Di sana ada banyak batu saya lihat. Beribu-ribu jumlahnya, terhampar
luas diseluruh permukaannya. Di sana juga terdapat 4 sudut pemandangan
yang tiap-tiap sudutnya memiliki kelemahan dan keunggulannya
masing-masing. Namun pengunjungnya cenderung melihat antara 2 sudut
pandang. Yang satu sudut ke arash gunung yang menjulang tinggi. Yang
satu lagi sudut ke arah lautan yang luas.
Suatu hari ada pengunjung datang kesana. Dia seorang anak. Hidup
sendiri dalam kesehariannya. Dia berparas biasa saja, berkulit rada
kecoklatan, dengan tangan selalu mengangkat keranjang.
Di dalam keranjang itu terdapat 2 wadah. Satu botol dan yang satu kantung plastik.
Dia begitu terpana melihat keindahan dua pemandangan itu. Lautan yang biru dan pegunungan yang tinggi.
Lalu anak itu duduk dan termenung sebentar. Dia memiliki mimpi untuk
dapat mengantongi gunung dan menyimpan air laut dalam botolnya, karena
dia berpikir air laut dapat menghilangkan hausnya, pegunungan dapat
mengenyangkannya.
Lalu, beberapa lama kemudian, anak ini merasa lapar dan haus. Anak
ini berlari menuju laut untuk menyimpan air tersebut dalam botolnya dan
meminumnya. Kemudian dia teguk sedikit. Ternyata dia memuntahkannya. Dia
tak tahu seberapa asinnya air laut tersebut.
Kemudian dia teringat akan rasa laparnya. Dia berlari ke gunung dan
mencari buah disana. Namun baru setengah perjalanan dia sudah tak mampu
meneruskan perjalanannya.
Anak itupun sudah kehabisan tenaga. Dengan bersusah payah dia berusaha bangkit dari rasa lelahnya dan kembali ke tempat tadi.
Dari sana dia melihat 2 pemandangan baru. Rupanya, selama dia melihat
lautan dan gunung yang berada didepannya, air tawar segar dan
buah-buahan berada di belakangnya. Pemandangan tersebut tidak terlalu
indah. Pemandangan tersebut tidak terlalu melukiskan kemegahan alam.
Namun pemandangan tersebut membagi hasilnya dari dekat. Pemandangan
tersebut tak megah ketika dilihat namun nikmat ketika dirasakan.
Thursday, 9 August 2012
Siapa sebenarnya yang disebut manusia penghisap darah?
Suspeknya ada 2. Yang pertama yang sudah sangat terkenal dan bahkan sudah difilmkan, Vlad III. Tokoh ini memang sangat fenomenal. Kemudian tokoh ini diangkat menjadi karakter sebuah novel ciptaan Bram Stoker dalam novelnya Dracula yang diterbitkan pada tahun 1897.
Menurut catatan sejarah, Vlad III atau yang lebih dikenal sebagai drakula, lahir di Transylvania, Rumania. Ia merupakan anak kedua dari Vlad II dan Cneajna, seorang putri dari Moldavia.
Kekejaman yang dilakukan oleh Vlad III hanyalah membantai 23000 tentara Turki Ottoman, namun tidak ada catatan sejarah yang menuliskan bahwa dia pernah meminum darah manusia. Cerita tersebut hanyalah karangan dari Bram Stoker.
Namun berbeda halnya dengan Ratu Elizabeth Bathory. Elizabeth Bathory adalah seorang bangsawan wanita dari Hungaria. Dia lahir pada tanggal 7 Agustus 1560 dan meninggal pada tanggal 21 Agustus 1614. Konon, Elizabth bathory memiliki kelainan jiwa. Dia pernah membunuh pelayan wanita diistananya dan menampung darahnya dalam sebuah bath tube. Kemudian dia mandi di dalamnya dan meminum darahnya. Dia mempercayai apa yang disebut rahasia awet muda dengan darah perawan. Dia adalah seorang yang narsis dan terbiasa dengan kekejaman. Bahkan, dia pernah meminta seorang pandai besi untuk membuat sebuah alat yang dinamakan Iron Maiden. Semacam peti perukuran manusia yang di dalamnya terdapat banyak paku.
Menurut catatan sejarah, dia pernah menculik gadis-gadis desa dn gadis bangsawan rendahan untuk dijadikan korbannya. Ada yang urat nadinya dipotong dan dibiarkan terikat sampai mati kehabisan darah, dan ada pula yang dimasukkan kedalam iron maiden.
Jadi, intinya adalah yang benar-benar meminum darah manusisa adalah Elizabeth Bathory, bukannya Drakula atau Vlad III.
Berhati-hatilah dengan musik yang anda dengar
Ada beberapa alasan mengapa musik bisa terkontaminasi. Alasan yang pertama adalah karena musik bisa dijadikan alat provokasi, yang sifatnya bahkan bisa sampai menyentuh level sara. Kemudian, dari musik dapat dijejali dengan makna-makna dan kata-kata kotor. Lama kelamaan dapat mempengaruhi gaya seseorang.Nah, yang terakhir adalah yang paling mengerikan sekaligus aneh, SECRET MESSAGE. Jadi, ada orang-orang yang katanya secara sengaja membuat lagu yang ketika diplayback akan terdengar kata-kata yang memiliki arti jauh berbeda sebelum di playback. Orang-orang tersebut biasanya adalah pengikut gereja setan atau satanis. Jika anda tidak percaya, saya punya situs yang menyediakan pemutarbalikan lagu tersebut. http://jeffmilner.com/backmasking.htm. Salah satu yang terkenal adalah hotel California. Bahkan, jika kita baca liriknya, itu adalah asal muasal munculnya gereja setanm dengan terciptanya satanic bible yang pertama kali. Kemudian, ada juga tentang lagu yoko ono, istri dari John Lennon yang didalamnya terdapat pesan "sayang" kepada almarhum suaminya, John Lennon. Dalam bahasa Jepang dituliskan Anata Daite Yo(namun saya lupa artinya, kalo gak salah segala peluk cium untuk apaaa gitu...).
Namun, anehnya, jika kata-kata tersebut di putar balik (bukan susunan hurufnya, tapi suara dari pembacaannya) akan menimbulkan kata-kata yang mengerikan, I shot John Lennon. Silakan anda buktikan sendiri.
Ketika Perdukunan dan Teknologi Berkolaborasi
Selain itu, masih dipegangnya mitos-mitos jaman dahulu sampai sekarang terkesan aneh di masa sekarang ini. Bagaimana tidak? masa hanya untuk mendapatkan pasangan orang perlu melakukan pelet. Apalah pelet itu.
Sekarang, coba kita perhatikan. Tidak sedikit orang-orang yang sampai sekarang masih percaya pada primbon. Buktinya apa? Saya pernah melihat diterbitkannya buku tentang primbon. Penerbit buku tidak akan menerbitkan sebuah buku jika mereka tidak yakin akan terjual banyak buku tersebut. Berarti. di Indonesia ini (khususnya pulau jawa) masih banyak orang yang percaya primbon.
Namun, dibalik semua kemistisan dan ketidakmasukakalan ilmu-ilmu tersebut, ternyata ilmu itu bisa dikolaborasikan dengan teknologi. Hoooo....muncul judul yang menarik untuk diperbincangkan, perdukunan dan teknologi saling berkolaborasi. Mengapa bisa? Ya, sering kita lihat di iklan-iklan TV yang menawarkan ramalan, primbon dan sebagainya. Mungkin anda pernah dengar tentang iklan primbon, REG (SPASI) PRIMBON (dikirim kemana gak tau lah), kemudian, ramalan mama lauren. Padahal, satu-satunya peramal yang paling diakui hanyalah Nostradamus yang itupun masih diragukan apakah dia benar-benar meramal atau hanya sekedar membuat semacam puisi. Tapi, lebih dari itu, digabungkannya ilmu-ilmu semacam itu dengan teknologi tak lebih dari hal yang memalukan. Orang-orang diluar sana mungkin menertawakan kita orang indonesia yang sangat percaya tahayul. Contohnya, masalah hantu. Hantu adalah hal yang banyak orang percaya di negri ini (meskipun kebenarannya belum dapat dibuktikan). Saya pernah melihat salah satu komentar orang malaysia terhadap video hantu yang di-upload oleh orang indonesia. Memalukan. Kita(orang indonsia) yang tidak percaya begituan jadi ikut-ikutan kena malu. Mengapa tidak, bangsa kita dicap sebagai bangsa yang bodoh karena masih percaya sama hal - hal yang berbau mistis.
Mengapa Harus Ada Hukuman Mati?
Mengapa Harus Ada Hukuman Mati?
Tentu saja, jawabannya "lihat undang-undang". Wah, aturan sebanyak itu?? Hukumannya pun bermacam-macam. Tergantung tingkat kriminal yang seseorang lakukan. Ada hukuman penjara sekian tahun, ada yang sampai seumur hidup(bukan berarti sampai mati), lalu yang paling ditakuti, hukuman mati.
Namun yang ingin saya garis bawahi adalah tentang hukuman mati. Mengapa mesti ada hukuman seperti itu? Bukankah seseorang tidak berhak untuk mencabut nyawa orang lain? Terkadang, orang jahatpun bisa bertobat dan mereka seharusnya memiliki kesempatan untuk berubah. Bagaimana bisa seseorang bertobat jika dia sudah dibunuh. Dan lagi, terkadang cara pembunuhannya tidak manusiawi (namun pada dasarnya tidak ada satu alasanpun yang membuat membunuh manusia itu manusiawi).
Bahkan, saya sempat bingung terhadap response keluarga yang menjadi korban terhadap vonis pen pengadilan yang menjatuhkan hukuman mati kepada sang pelaku. Dengan keputusan seperti itu, mereka mengeluarkan response BAHAGIA. Bukankah hal ini mengerikan? Apa memang pada dasarnya manusia adalah makhluk buas yang senang mendendam? Memang susah untuk dapat emaafkan apa lagi melupakan kejadian pahit seperti itu. Namun, kebahagiaan yang berasal dari penderitaan orang lain (sekalipun penjahat) adalah kebahagiaan yang buas. Seharusnya, kebahagiaan muncul akibat adanya suka cita dalam hidup. Bukan karena kepuasan akan dendam yang terbalaskan. Bayangkan, jika tiap orang menyimpan dendam dan saling membunuh, maka tidak akan ada damai.
Saya sempat berpikir, apakah orang jahat tidak memiliki kesempatan untuk bertobat? Bukankah setiap manusia (sekalipun penjahat) memiliki kesempatan untuk bertobat, untuk dapat menjadi lebih baik? Alangkah malangnya seseorang yang ingin berubah namun tidak diberikan kesempatan.
Namun, yang lebih parahnya, jika terjadi kesalahan dalam penangkapan dan penjatuhan hukuman. Bayangkan orang yang dijatuhi hukuman tersebut ternyata bukan orang yang bersalah. Saya sempat menemukan pengakuan seseorang tahanan di suatu negara (yang tentunya memiliki aturan hukuman mati), bahwa dia mengaku sebenarnya dia tidak sepantasnya menanggung hukuman itu karena dia tidak bersalah.
Memang, yang namanya kebenaran sulit untuk dibuktikan, namun bisa dibuktikan. Namun proses itu membutuhkan waktu. Tapi bagaimana mungkin proses peradilan dapat menghasilkan keadilan jika mereka (para hakim) terlalu terburu-buru menjatuhkan terpidana dengan hukuman mati. Akan tiba saat ketika mereka menyadari bahwa segala penyidikan mereka salah, dan segalanya berjalan terlalu terlambat. Mereka sudah membunuh orang yang tidak berdosa tersebut. Tidak ada lagi kesempatan, sudah, selesai. Sekalipun itu (hukuman mati) menimpa orang jahat namun tetap saja tidak pantas.
Bahkan, akan sangat mengerikan jadinya. Akhirnya akan ada yang merasa benar ketika membunuh orang lain. Mungkin beberapa dari eksekutor mati ada yang merasa benar membunuh penjahat.
Namun, bukankah hal seperti itu seharusnya tidak terjadi?
Memang terlalu naif untuk mengatakan betapa indah hidup ini jika tiap orang bisa saling memaafkan dan mengampuni. Namun saya yakin, sesuatu yang baik, baik itu yang datang pada diri kita ataupun pada orang lain yang jahat sekalipun, tidak akan ada yang berjalan sia-sia.
Subscribe to:
Comments (Atom)



